Jakarta (Antara) - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi
Abraham Samad mengindikasikan di sektor pangan terjadi korupsi secara
besar-besaran yang dilakukan aparat birokrasi untuk keuntungan pelaku
kartel.
"Di sektor pangan, ada permainan kartel dari para importir dengan
para aparatur negara," ujar Abraham dalam seminar Pekan Politik
Kebangsaan di Jakarta, Kamis. Abraham menilai terjadi keganjilan karena Indonesia sebagai negara agraris dang pernah berswasembada pangan, kini terus menerus mengimpor bahan pangan pokok yang sesungguhnya dapat diproduksi secara besar-besaran.
"Apa betul produk-produk seperti gula, beras, kedelai, dan daging sapi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan lokal sehingga harus impor," tanya Abraham.
Abraham kemudian memaparkan hasil observasi KPK bahwa pada kenyataannya produksi pangan Indonesia cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Namun bahan-bahan tersebut terus diimpor ke Indonesia karena adanya permainan aparatur negara dengan mafia impor, sehingga seolah-olah tidak bisa memenuhi kebutuhan lokal.
Abraham kemudian memberi contoh bahwa ada aturan khusus terkait dengan impor bahan pokok seperti gula.
"Gula boleh diimpor untuk kebutuhan perusahaaan makanan minuman. Tapi kemudian kuotanya terus ditingkatkan meskipun kuota perusahaan terkait sudah lebih dari cukup," kata Abraham.
Dia kemudian menjelaskan bahwa kelebihan kuota gula tersebut kemudian didistribusikan ke pasar, padahal harga gula impor lebih murah dari gula lokal, sehingga para petani tebu dan pedagang gula tidak bisa bersaing dengan gula impor.
"Makanya jangan heran kalau petani kita banyak yang miskin, karena negara ini tidak punya kebijakan holistik terhadap ketahanan pangan," tandas Abraham.(tp)

0 komentar:
Posting Komentar
Catatan :
- Dilarang Menggunakan Link Aktif / Live Link
- Dilarang Nyepam
- Dilarang Copas Artikal
- Butuh Kreasi Sendiri
- Dilarang Kata Kata Kasar